Berita:
Rajanya Soto Mi Hadir di Lippo Cikarang
Sumber: Investor Daily, Edisi Sabtu/Minggu, 27-28 Feb 2010
· Kolaborasi Ahmad Kadir dan Heru Chandra
Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kini menjadi pilihan banyak pengusaha resto untuk mengembangkan bisnis kuliner. Itu didasari oleh besarnya potensi pasar di kompleks perumahan terpadu yang kini sudah terbangun sekitar 9.500 rumah dengan penghuni mencapai 30.000 orang. Selain itu, ada 550 industri yang beroperasi di Kawasan Industri Lippo Cikarang, dengan 250 ribu pekerja beraktivitas setiap hari kerja.
Salah satu pengusaha kuliner itu adalah Heru Chanda yang berkolaborasi dengan Ahmad Kadir, membuka resto soto mi “Rajanya Soto Mi” di Ruko Robson Square, Jalan MH Thamrin, Lippo Cikarang.
Terbukti , resto soto mi yang terbilang masih baru itu sudah laris manis. Dalam satu hari terjual sekitar 200 porsi, dengan omzet kurang lebih Rp.5 juta. Harga soto mi yang disajikan dalam mangkuk berdiameter 20 cm (porsi jumbo) sebesar Rp.12.000 per porsi.
Panas, segar dan gurih akan terasa di lidah ketika mencicipi kuah soto buatan Mang Kadir, sapaan Ahmad Kadir. Pria muda agak tambun ini di kenal jago meramu bumbu soto mi, sekaligus mewarisi keahlian keluarga. Apalagi, Kadir sudah hampir enam tahun meracik soto mi asli Bogor, dengan resto pertama di buka di kawasan di Bojongsari, Sawangan, Bogor.
Soto mi ala Kadir menghadirkan mi, risol, lobak, labu siam, tomat, daun seledri dan daging. Tapi, di sini ada keunikan, yakni wortel sebagai pelengkap lainnya. Dia mengaku tidak mendapat pendidikan khusus untuk membuat soto mi, melainkan warisan keluarga secara turun-temurun.
Tentang ekspansi sotomi di Lippo CIkarang, Mang Kadir optimistis bakal menuai sukses, mengingat besarnya potensi pasar dan terpenting keunggulan cita rasa soto mi asli Bogor buah karyanya. Apalagi, dia menemukan mitra yang cocok. “Kerjasama dengan Pak Heru sebagai salah satu pengembangan usaha saya dagang soto mi. Di sini, saya ingin menyakinkan keunggulan soto buatan saya, soto mi asli Bogor,” ujar pria berkulit sawo matang ini.
Kadir mengaku sempat pula bermitra dengan seorang investor membukan gerai sotomi di food court Grand Indonesia Jakarta. Di sini, soto mi buatannya dihargai Rp.50.000 per porsi. Sayangnya, kerja sama itu tidak berlanjut hingga sekarang.
Tentang cita rasa soto mi Restoran Rajanya Soto Mi, Kadir mengaku rasanya siap diadu. Apalagi, porsi yang besar membuat pelanggan puas melahap makanan ini. Bumbu yang dhadirkan pas komposisinya, tidak asin atau hambar. Rasa gurih mendominasi sotomi. Penggunaan daging dalam soto juga tidak sembarangan. Sebelum dimasukan, daging harus direbus tersendiri.
Kadir menegaskan, ciri khas utama menu ada pada bumbu yang berbeda dari kebanyakan soto mi di Jakarta. Dia mengaku tidak menggunakan kaldu buatan untuk membuat soto. Sedikit pala ditambahkan dalam racikan soto.
Keunikan lain, resep soto mi khas Mang Kadir ternyata bisa dipelajari. Syaratnya, jika ada tawaran khusus untuk mengajarkan resep tersebut, Kadir menyatakan siap, namun dengan tarif Rp.10 juta. Nah, kalau maupraktris, santap saja soto mi di Resotran Rajanya Soto Mi, Lippo Cikarang.