Berita:
Lippo Cikarang Selenggarakan Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Kawasan Industri
Lippo Cikarang, 15 Desember 2009 – Selama tiga hari berturut-turut Lippo Cikarang bekerja sama dengan Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja Bandung-Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (dulu dikenal sebagai Balai Hiperkes Keselamatan Kerja Bandung), melaksanakan training ‘Safety Passport” dengan total peserta 150 orang.
‘Untuk mendapatkan safety passport pekerja harus mengikuti program training yang membekali calon tenaga kerja dan atau tenaga kerja untuk dapat mengerti akan keselamatan kerja di perusahaan. Jadi safety passport adalah suatu identitas atau bukti bahwa pekerja atau calon pekerja telah mendapatkan pengetahuan dasar mengenai keselamatan kerja yang dibutuhkan oleh industri.
Selama ini Balai Kesehatan dan Keselamatan Kerja Bandung telah melakukan sosialisasi program Safety Passport melalui perguruan tinggi dan pengelola kawasan industri tentang pentingnya program tersebut untuk membentuk mind set (pola pikir) dimana kedua belah pihak yaitu sumber tenaga kerja yang dihasilkan oleh Perguruan Tinggi dan pemakai jasa yang adalah pengusaha atau perusahaan, dapat menciptakan lingkungan kerja sehat dan sehat, aman dan nyaman menjadi budaya di lingkungan kerja.
“Kami ingin pekerja di wilayah Jawa Barat memiliki kompetensi yang dapat disejajarkan dengan tenaga kerja di luar negeri yang sudah menerapkan program ini sebagai persyaratan memasuki lapangan kerja seperti yang diterapkan oleh negara-negara:yang sudah maju antara lain: Jepang, Amerika, Inggris.” dijelaskan oleh Benzon Saragih Kepala Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja Bandung ketika ditemui saat diwawancarai di Lippo Cikarang.
Anom Pari karyawan PT Tristar Makmur Kartonindo salah satu peserta training mengatakan bahwa program ini sangat bermanfaat untuk pekerja maupun perusahaan, “karyawan sebagai aset perusahaan perlu mendapatkan perlindungan khususnya saat mereka melakukan aktivitas di lingkungan kerja. Keselamatan dan Kesehatan Kerja harusnya dijadikan sebagai ‘pembiasaan atau culture”.
Associate Director Lippo Cikarang Stanley Wijoyo mengatakan, “Lippo Cikarang adalah urban development yang mengembangkan: Kawasan Industri, Residensial dan Komersial, dimana Industri sebagai basis ekonomi kawasan. Kawasan Industri Lippo Cikarang telah sejajar dengan Kawasan-Kawasan Industri di Negara Maju”.
Saat ini ada sekitar 550 industri yang beroperasi di Lippo Cikarang dengan 250.000 orang yang bekerja setiap harinya. Lippo Cikarang telah membangun 9.000 unit rumah dengan 30.000 jiwa penduduk. Berbagai fasilitas berkelas disediakan oleh pengembang mulai dari Sekolah, Bank swasta maupun pemerintah, Taman Rekreasi Keluarga seperti Water Boom Lippo Cikarang dan Hom Pim Pa, Rumah sakit bertaraf International Siloam, Hotel Sahid Lippo Cikarang, Mal Lippo Cikarang, Pusat perdagangan dan sentra bisnis.
Dengan slogan: “The best place to live, work and play”, Lippo Cikarang telah menjadi tempat dimana orang dapat bekerja, tinggal dan berekreasi.
Sumber Informasi: Public Relation Deparment