Berita:
Pacu Adrenalin dengan Mobil Kendali Jarak Jauh
Investor Daily - 9 Juni 2008
Diatas areal seluas 3.000 meter persegi, sejumlah mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Mobil-mobil tersebut dikendalikan dengan cekatan oleh sang pengemudi dari atas sebuah panggung, melalui alat kendali jarak jauh (remote control). Mereka berpacu melewati berbagai halang rintangan sepanjang 700 meter, agar menjadi yang terdepan.
ITULAH pemandangan yang terjadi di dalah satu sudut di kawasan Lippo Cikarang. Untuk pertama kalinya Lippo Cikarang menjadi tuan rumah dalam acara aktivitas outdoor Remote Control Fun Race Car, bekerja sama dengan Pro Champ pada Minggu (8/6).
Aktivitas yang sangat membutuhkan ketangkasan tarung ini diikuti oleh para pehobi yang datang dari mancanegara, seperti Malaysia, Filipina, Singapura, dan lainnya. Sejumlah nama-nama beken dibidang ini ikut hadir, sebut saja juara ketiga pada Kejurnas balap mobil remote control tahun lalu Indra Leono, juga top driver dari Malaysia David Lim.
Sepintas, arena balap mobil remote control ini mirip dengan arena balap mobil sungguhan. Namun, tentu saja ukurannya yang dibuat lebih kecil. Karena mobil dikendalikan dari jarak jauh, tak sedikit mobil yang terpental atau terguling. Namun, sang pengemudi tak perlu repot-repot membetulkan posisi mobil, karena sejumlah petugas siap berjaga-jaga di setiap sudut arena balap.
Menurut Asep Tommy, pimpinan perusahaan ban mobil remote Pro Champ, yang merupakan penyandang dana kejuaran tersebut, acara ini adakah seri ketiga dan diikuti oleh 80 peserta. “Sebelumnya acara serupa pernah digelar di Bandung dan Tajur Bogor,” katanya.
Yang menarik, hadir pula peserta termuda seorang murid kelas 2 SD berusia delapan tahun Jason Nugroho. Bocah lelaki kelahiran tahun 2000 ini mulai menggemari permainan mobil remote control sejak usia tiga tahun. Berkat dukungan sang ayah, Michael Nugroho, yang merupakan salah satu importir komponen remote control, Jason pernah menjuarai beberapa perlombaan, baik di Jakarta maupun di mancanegara.
Kuras Kantung
Hobi memainkan mobil remote control ini memang telah memikat banyak orang, khususnya yang berkantung tebal. Kepada Investor Daily, Indra Leono mengaku telah tujuh tahun menggeluti hobi balapan mobil jenis ini. “Rasanya seperti balap mobil sungguhan, bedanya kita handling dari atas. Tapi, tingkat ketegangannya sama saja, hanya saja lebih aman karena tidak ada resiko tabrakan. Yang ada hanya resiko kantung,” kata dia sambil tertawa.
Hobi seperti ini memang memiliki ‘resiko kantung’ yang cukup besar. Betapa tidak, harga standar untuk sebuah mobil remote control yang siap diadu (ready race) adalah Rp 15-20 juta, lebih mahal dari sebuat motor jenis bebek keluaran terbaru.
Menurut Asep Tommy, harga satu set ban mobil remote mencapai Rp 350 ribu. Padahal, untuk satu kali pertandingan biasanya peserta memakai hingga tiga set. Belum lagi sparepart lainnya yang harganya mencapai ratusan ribu rupiah.
Untuk bahan bakar, jangan membayangkan jenis pertamax plus ataupun jenis lainnya untuk kendaraan biasa yang harganya di bawah Rp 10 ribu per liter.
Bahan bakar mobil ini harganya Rp 450 ribu untuk empat liter, bahkan ada pula yang mencapai Rp 1,1 juta untuk lima liter !
Dana itu belum cukup, karena untuk ikut sebuah ajang balap, diperlukan seorang mekanik yang andal. Honor seorang mekanik umumnya mencapai Rp 500 ribu untuk sekali pertandingan. Namun, ada pula mekanik yang dibayar dengan sistem kontrak untuk jangka waktu tertentu.
“Jadi, kalau dihitung secara keseluruhan, untuk satu kali race paling tidak mengeluarkan dana Rp 2-5 juta. Memang cukup mahal, karena hobi ini untuk orang-orang yang mencari fun,” kata Asep.
Seperti diakui Indra, meski terbilang mahal, dia merasa senang dan terhibur. Sekurangnya satu kali dalam sebulan dia mengikuti kejuaraan. “Saya tidak mengalokasikan budget tertentu, karena saya memang sangat suka. Kadang saya sendiri yang mengutak-atik mobil ini, tidak pakai mekanik,” katanya.
Ajang Promosi
Pada kesempatan tersebut, Managing Director Lippo Cikarang Harun Permadi menyatakan kemungkinan kejuaraan balap mobil ini menjadi agenda tetap di Lippo Cikarang. “Tapi, kami akan melihat dulu animo penontonnya. Kalau memang animo tinggi, mungkin saja kami jadikan agenda tetap kejuaraan di sini,” kata dia.
Menurut Harun, berbagai aktivitas diselenggarakan Lippo Cikarang juga sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan. “Kami ingin memberikan berbagai aktivitas yang dapat memberikan nilai tambah bagi siapa saja yang ingin berpartisipasi, terutama kepada penghuni dan masyarakat sekitar,” jelas Harun.
Lebih lanjut, General Manager Marketing Lippo Cikarang Endang Sutrisna mengatakan, dilaksanakannya ajang ini membawa dampak posotif bagi Lippo Cikarang. “Tentunya, kami harapkan semakin banyak orang yang datang ke Lippo Cikarang,” kata dia.
Apalagi, tambahnya, kejuaraan ini tidak hanya diikuti oleh peserta dari mancanegara . Hal ini juga bisa menjadi ajang promosi bahwa kondisi Indonesia aman dan bagus. “Di kawasan Industri kami juga banyak perusahaan dari Malaysia, Jepang, dan Korea, sehingga mereka juga bisa bercerita ke negara masing-masing mengenai Indonesia, juga mengenai Lippo Cikarang khususnya,” papar Endang.
Saat ini, kawasan Lippo Cikarang terbagi atas kawasan residensial dengan porsi 50-60%, komersial (10%), dan sisanya industri. Kawasan ini, menurut dia sangat tepat disebut sebagai kota mandiri, karena di kawasan ini terdapat basis ekonomi yang memungkinkan perputaran uang dalam jumlah besar.