Berita:
Laba Bersih 2007 Lippo Cikarang Naik 3,4 Kali
Harian Kontan, 22 Maret 2008 - Sepanjang tahun 2007 lalu, PT Lippo Cikarang Tbk. membukukan pendapatan Rp 158,7 miliar atai atau naik 31,4% dibanding tahun 2006 yang hanya 120,7 miliar. Sementara laba bersih Rp 11,6 miliar atau naik 3,4 kali dibanding laba bersih tahun 2006 yang sebesar Rp 3,2 miliar.
Direktur Pelaksana Lippo Cikarang Harun Permadi, menjelaskan pendapatan ini diperoleh setelah perusahaannya menjual 6,75 hektare kawasan industri dan 414 unit rumah dan ruko. Sebagai catatan, penjualan tanah industri dan komersial menyumbang pendapatan hingga Rp 59,6 miliar atau 37,5%.
Disusul, divisi pengelolaan kota yang menyumbang Rp 57,1 miliar atau 35,9%. Sementara, penjualan rumah hunian dan ruko memberikan porsi Rp 39,2 miliar atau 24,7%. Lalu, pendapatan lain-lain menyumbang Rp 2,7 miliar atau 1,7% dari total pendapatan.
Meski pendapatannya terbilang tipis, namun LPCK masih punya lahan seluas 4,9 juta meter persegi yang bisa diduitkan lagi. Bila dijual, lahan ini mampu mendatangkan Rp 410,7 miliar ke kantong anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) tersebut.
Di sisi lain, tahun lalu LPCK berhasil membukukan laba bersih hingga Rp 11,6 miliar. Jumlah ini naik 3,4 kali dibanding 2006 yang hanya Rp 3,2 miliar.
Berdasarkan laporan tahunannya, LPCK juga berniat untuk membagikan dividen 2007 Rp 470,9 juta atau turun 2,9% dibanding dividen 2006 yang Rp 485,4 juta. Pemegang saham yang mengunyah dividen ini adalah PT Kemuning Setiatama 42,2%, CGMLIPB Customer Collateral Acc 7,33%, PT Kresna Graha Sekurindo 6,79% dan publik 43,68%.
Khusus tahun ini, LPCK menargetkan pendapatannya bisa tembus Rp 400 miliar, atau naik 2,5 kali dari pendapatan 2007. "Laba bersih kami harap tumbuh 10%" tekad Harun.
Untuk menggaet target itu, selain menjalankan operasional, LPCK bakal membangun infrastruktur penunjang di sekitar lokasi perumahannya. Seperti membangun jalan antara Kawasan Lippo Cikarang - Tol Cikampek sepanjang lebih dari 10 km. Untuk aksi ini, LPCK menggandeng PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. "Investasinya Rp 100 miliar, masing-masing 50%," terang Harun.
Selain itu, pertengahan tahun ini LPCK juga akan membangun saluran drainase. Terakhir, perusahaan juga akan membangun infrastruktur jaringan gas pada semester satu. Untuk aksi yang terakhir, LPCK sudah menunjuk konsultan buat menggarap survei dan pemetaan. (Gloria Haraito)