Prinsip GCG

PRINSIP TATA KELOLA
(GCG PRINCIPLE)

 

Kompleksitas dunia usaha yang semakin tinggi menuntut Perseroan untuk dapat terus mempertahankan kualitas penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik (GCG). Di samping berfungsi sebagai perangkat yang memungkinkan seluruh organ yang ada untuk dapat berkinerja sesuai dengan arah pengembangan bisnis Perseroan, pelaksanaan GCG telah menciptakan nilai dan budaya yang tidak saja terbukti bermanfaat bagi Perseroan, tetapi juga bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). Sebagai upaya untuk menyelaraskan beragam kepentingan tersebut dengan tujuan Perseroan, Perseroan senantiasa memegang teguh lima Prinsip Tata Kelola dalam kegiatan usahanya sehari-hari. Kelima prinsip prinsip tersebut adalah:

 

  1. Transparansi

    Sebagai perusahaan publik, Perseroan dikelola berdasarkan prinsip transparansi. Di Perseroan, pelaksanaan prinsip ini diwujudkan melalui ketersediaan informasi yang akurat dan memadai terkait aktivitas dan pencapaian Perseroan baik itu dari sisi finansial maupun non finansial. Ketersediaan informasi ini memungkinkan seluruh pemangku kepentingan untuk dapat mengambil keputusan yang terarah sehubungan dengan kepentingannya terhadap Perseroan. Penyajian informasi dilakukan secara berkala dan tepat pada waktunya. Media yang digunakan termasuk Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Semester di media massa yang diterbitkan dua kali dalam setahun. Selain itu, setiap informasi terkini yang dianggap relevan dan cukup material untuk diungkapkan terkait isu-isu yang berkaitan dengan Perseroan disajikan melalui berbagai media seperti laporan triwulanan, siaran pers, serta diungguh di situs Perseroan di http://www. lippo-cikarang.com.

  2. Akuntabilitas

    Akuntabilitas merupakan salah satu prasyarat utama untuk mencapai sukses dan kinerja yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pengelolaan Perseroan dilaksanakan secara terarah dalam suatu struktur GCG di mana setiap organ yang ada memiliki peran dan fungsi yang jelas untuk dapat saling bersinergi.

  3. Tanggung Jawab

    Setiap perusahaan bertanggung jawab atas segala aktivitas bisnis yang dilakukannya serta wajib mematuhi peraturan dan perundangan yang berlaku termasuk di antaranya Anggaran Dasar, Undang-Undang Perseroan Terbatas, Otoritas Pasar Modal dan peraturan yang dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia tempat dimana tercatat dan diperdagangkannya saham Perseroan. Sebagai perusahaan yang baik, Perseroan juga senantiasa memperhatikan tanggung jawabnya terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar, sekaligus memberikan manfaat. Perseroan menyadari bahwa masyarakat sekitar turut berperan dalam menjaga keberlangsungan usaha jangka panjang Perseroan. Tanggung jawab ini diwujudkan dalam kegiatan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) melalui program pengembangan masyarakat dan kegiatan pelestarian lingkungan.

  4. Kemandirian

    Pelaksanaan GCG akan berjalan dengan baik apabila suatu perusahaan dikelola secara mandiri untuk memastikan tidak adanya dominasi dari suatu organ tertentu maupun intervensi dari pihak-pihak lain terhadap Perseroan tersebut. Berdasarkan prinsip tersebut, Perseroan dikelola secara mandiri oleh insan-insan profesional. Perseroan telah memiliki Kode Etik yang secara lebih spesifik mengatur tentang penerapan independensi demi mencegah terjadinya segala bentuk benturan kepentingan sehingga setiap pengambilan keputusan yang diambil terkait usaha Perseoran dapat dilakukan secara obyektif.

  5. Kesetaraan dan Kewajaran

    Setiap perusahaan juga mesti melandaskan kegiatan operasionalnya di atas prinsip Kesetaraan dan Kewajaran. Dalam kaitan dengan hal ini, Perseroan telah menyediakan akses informasi yang luas bagi seluruh pemangku kepentingan melalui berbagai media komunikasi. Secara internal, Perseroan juga memberikan peluang yang sama dalam merekrut karyawan baru dan membuka kesempatan berkarir bagi setiap mereka tanpa membedakan ras, kebudayaan, agama, gender, ataupun kondisi fisik.